Asistent Burhan yang super epic

Fantastis! terminologi amatiran antara Gila, Stress dan Cinta mempunyai deskritif yang tak jauh berbeda, sabda Filsuf kawakan kami Ojan. Entah khayalan apa yang menyergapnya sekarang tapi 3 kata sifat diatas telah disetir sejadi-jadinya. Merenung, meracik, membumbui dan Boom! dunia gempar dengan resep filsufnya yang kali ini membuat semua orang menelan pil pahit APC. 

Track record dalam mempersulit keadaan dan mensimplikasi hal absurd memang melalang buana hingga ke benua seberang. Di iringi reputasinya yang blak-blakan, Ojan sangat teguh prinsip berselimut mental baja. Ojan berdiri di front terdepan menentang ahli linguistik yang berani mendebatinya dan Membuka simpul tangan seolah cuma dia yang didunia ini yang memegang Hak Veto tertinggi memelintirkan definisi yang obsolute.

Kami semua di kelas mafhum. Karir filsufnya ini berakar dari kisah tragis yang menimpanya sejak zaman bahula yang membuatnya selalu terpuruk dan tersungkur di lobang yang sama yang tiada lain,  tiada bukan, dan satu-satunya karena perihal "Cinta". 

Kisah cintanya yang tragis selalu berakhir penolakan. Bahkan sebelum dia maju menyatakan, lawan jenis sudah ketuk palu menolak seumur hidup. Kami selalu datang dengan nasehat dan hiburan, bahkan menggertaknya dengan realita bahwa dia memang tak laku di pasaran.

Namun di sisi lain, semua kesia-siannya selama ini membuahi pola pikir yang tak mengenal batas, mendobrak ruang dan waktu. Ojan mencapai level penalaran akal langit ke tujuh. Semua deritanya selama ini mengasah otaknya yang tumpul di pelajaran ilmu haqiqat. 

Ojan cerdas mengalokasikan ambang kegilaannya ke metode berpikir deduktif yang dimana membuatnya sukses menyimpulkan segala hal dan mencapai konklusi permasalahan tanpa meninggalkan cacat berlogika sedikitpun.

Ojan adalah aset terbesar kelas kami setelah Burhanuddin Nugroho sang ketua kelas. kedua orang ini berjasa besar dalam menghidupi relung pragmantasi berpikir di setiap lini dan jengkal kehidupan dengan methode filter yang ketat nan akurat. Karena kejeniusannya, sempat terbayang bahwa suatu hari nanti Ojan akan menyandeng Nobel Prize di bidang sastra. Bertengger namanya di jajaran ilmuan-ilmuan dunia. Dunia takluk dengan teorinya. Orang-orang pun sujud dan berani bayar mahal demi mendengar fatwanya yang seutas kata.

Entahlah kawan! sekalipun Novel beribu halaman didedikasikan untuk mengulas hidupnya, niscaya memori 1 terabite cuma akan mampu sedikit mengcover 3% dari jumlah total

itulah hikayat singkat assistent ketua kelas kami yang super Epic "Ojan"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ugoi

Majestic keadilan