Kampung Halaman
“It’s game changing!!!” teriak sanubari Budi saat tiba di tanah rantauan.
Getir hati Budi meneguhkan jasmani dan kewarasannya. Berputar-putar hingga jungkir balik hatinya mencoba menenangkan. Seolah dualisme raga dan jiwa Budi sedang memberontak satu sama lain atas ketidakpastian yang pelik. Sungguh, jauh dari ibu pertiwi telah merongrong keteguhan dirinya.
Budi diam tak karuan sambil memandang jendela kost. Menatap refleksi dirinya sendiri. Lama Budi berdiam di sana, seolah dirinya tenggelam di kesendirian yang kelam. Saat menatap matanya yang penuh dengan keresahan. Terkenang ribuan nostalgia jauh di kampung halaman, teman sejawat, kerabat, orang tua dan suara azan indah yang berkumandang 5 kali sehari itu.
Saat suara sayup-sayup keramaian jalan kota kembali terdengar. Budi reflek memandang jauh ke ujung jalan di bawah sana. Bukan ke perempatan lampu merah atau toko francise nan mewah, Tapi melayang pikirannya ke nun jauh di sana! Kampung halamannya.
Jauh jaraknya untuk bersua. Puluhan ribu mil melampaui pulau dan benua. Melintasi lautan yang bergejolak dan angin cuaca yang sangar nan bingar. Belum lagi regulasi perjalanan yang ketat. tepat di mana kakinya berinjak sekarang adalah titik point Berdikari mental dan jasmani.
Setiba meletakkan koper di kostan. Budi merebahkan raganya yang terkuras sehabis penerbangan yang super panjang. Berharap jiwanya juga turut pulih setiba matanya terpincingkan oleh hamparan sinar mentari baru.
<<<< >>>>>
Di malam yang tenang. Di sepertiga malam yang teduh menghantarkan angin musim dingin. Berkelebat pohon jalanan menerima terpaannya yang anggun. Cercahan rembulan yang menyelimuti bumi tanpa awan yang menutupi. Budi bangun untuk bermunajat di waktu sakti yang tertulis oleh kitab suci. Yang di mana semua penduduk langit beruduyun-duyun akan menatap bumi yang kerdil ini. Menghitung umat yang bersusah payah bangun di dinginnya malam demi bersujud ke sang maha kuasa.
Di kostan itu! kawan kita Budi telah tertulis dalam hitungan penduduk langit. Ikhlas munajatnya dia hanturkan ke yang maha kuasa. Panjang sujudnya dia curahkan dan menetes air matanya dengan siraman do’a.
“It’s game changing” ucapnya tegas setelah beranjak dari do’a. perkataan yang terlontar dari hatinya yang redup ketika baru datang, sekarang terdengar jelas.
ditatapnya jendela yang direnunginya ketika datang. Tajam matanya menatap dengan penuh bara semangat dan kepercayaan diri.
“Aku bersama Allah, selalu dan selamanya” tegas budi kepada dirinya.
Komentar
Posting Komentar